Oceanography Machine Learning untuk Oseanografi Puing-puing Laut

  • Ari Purno Wahyu Wibowo Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama
  • Endang Amalia Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik, Universitas Widyatama

Abstract

Indonesia adalah produsen limbah plastik laut terbesar kedua setelah Cina. Dampaknya sangat berbahaya bagi lingkungan, organisme yang hidup di laut dan manusia. Menurut rencana pemerintah Indonesia untuk mengurangi plastik limbah laut sekitar 70% pada tahun 2025, kami melakukan penelitian ini di mana pada langkah pertama kami akan bekerja sama dengan kementerian maritim untuk melihat area limbah plastik puing-puing menggunakan pembelajaran mesin. Berfokus pada lokasi-lokasi itu, langkah selanjutnya adalah mengangkut sampah plastik puing-puing menggunakan kapal sampah terdekat ke pengalihan limbah. Pada pengalihan limbah, langkah selanjutnya adalah memilah sampah plastik yang terbagi menjadi dua kategori, sampah plastik baru dan sampah plastik lama (mikro-plastik). Langkah terakhir dari penelitian kami adalah mengirimkan sampah plastik puing baru ke industri daur ulang sementara limbah plastik bekas akan digunakan sebagai campuran aspal bekerja sama dengan Kementerian PUPR di mana setiap 1 kilometer dari jalan lebar 7 meter membutuhkan 2,5 hingga 5 ton dari sampah plastik. Manfaat lain adalah limbah plastik akan membuat aspal lebih lengket yang akan membuat stabilitas aspal dan ketahanannya lebih baik.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2019-12-20
How to Cite
Wahyu Wibowo, A., & Amalia, E. (2019). Oceanography Machine Learning untuk Oseanografi Puing-puing Laut. JRSI (Jurnal Rekayasa Sistem Dan Industri), 6(02), 72-76. doi:10.25124/jrsi.v6i02.361