Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Industri Batik Tipe MTO Menggunakan SCOR 12.0 Dan AHP

  • Syarif Hidayatuloh Program Studi Teknik Logistik, Fakultas Rekayasa Industri dan Desain, Institut Teknologi Telkom Purwokerto
  • Nabila Noor Qisthani Program Studi Teknik Logistik, Fakultas Rekayasa Industri dan Desain, Institut Teknologi Telkom Purwokerto

Abstract

Batik merupakan kerajinan melukis menggunakan media kain. Salah satu jenis batik yang digemari yaitu batik Pekalongan yang mempunyai kekhasan menggunakan hingga delapan jenis warna. Kendala yang dialami IKM Batik Kraton bahwa perilaku konsumen yang berubah-ubah mempengaruhi permintaan produk batik dan secara langsung dapat mempengaruhi proses produksi batik. Perusahaan harus memperhatikan manajemen rantai pasoknya untuk menghasilkan rantai pasok yang bagus. Pengukuran kinerja rantai pasok akan dilakukan untuk mengetahui apakah rantai pasok industri tersebut unggul atau tidak dalam mengelola rantai pasok. Pengukuran kinerja akan melibatkan proses-proses rantai pasok dan metrik indikator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model SCOR 12.0 dan Analytical Hierarchy Process yang mana untuk tipe proses produksinya yaitu make to order. Hasil dari pengukuran kinerja rantai pasok menunjukan rata-rata nilai 69,39 di mana nilai tersebut termasuk ke dalam kategori average atau sedang. Masing-masing nilai kinerja proses inti, yaitu plan, source, make, deliver, return, dan enable adalah 87,05; 94,25; 68,13; 79,79; 75,47; 11,66. Diketahui bahwa nilai kinerja proses yang tertinggi yaitu source dan yang terendah adalah enable. Indikator-indikator ini menginformasikan bahwa proses rantai pasok di IKM Batik Kraton masih memerlukan perbaikan di beberapa sektor.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] S. Sabrina, “Perkembangan Industri Batik Di Indonesia,” 2018. https://infobatik.id/perkembangan-industri-batik-di-indonesia/ (accessed Sep. 25, 2020).
[2] Badan Pusat Statistik Pekalongan, “Realisasi Ekspor Menurut Jenis Komodi di Kota Pekalongan Tahun 2018 Export Realiza on by Kind of Comodity in Pekalongan Municipality , 2018,” 2018.
[3] Indonesia-Investment, “Batik Industry of Indonesia Facing Five Main Challenges | Indonesia Investments,” 2016. https://www.indonesia-investments.com/id/business/business-columns/batik-industry-of-indonesia-facing-five-main-challenges/item6824 (accessed Sep. 25, 2020).
[4] P. I, Nyoman and Mahendrawathi, Supply Chain Management, 3rd ed. Yogyakarta: ANDI, 2017.
[5] APICS, Supply Chain Operations Reference Model 12.0. 2017.
[6] N. Setiawan and R. Hendayani, “Analisis Kinerja Pemasok padaRantai Pasok Perusahaan Importir CV. Prisma Jaya,” Sosiohumanitas XVII, vol. 2, no. 2, pp. 193–202, 2015, [Online]. Available: file:///G:/ngajar/Penelitian & Pemas/penelitian/83-Article Text-118-2-10-20191011.pdf.
[7] A. Purnomo, “Analisis Kinerja Rantai Pasok Menggunakan Metode Supply Chain Operation Reference ( SCOR ) di Industri Tekstil dan Produk Tekstil Sektor Industri Hilir ( Studi kasus pada perusahaan garmen PT Alas Indah Remaja Bogor ),” Pros. Semin. Nas. Rekayasa Teknol. Ind. dan Inf. ke 10, no. December 2015, pp. 2–9, 2015.
[8] I. A. Risqiyah and I. Santoso, “Risiko Rantai Pasok Agroindustri Salak Menggunakan Fuzzy Fmea,” J. Manaj. dan Agribisnis, vol. 14, no. 1, pp. 1–11, 2017, doi: 10.17358/jma.14.1.1.
[9] R. Wahyuniardi, M. Syarwani, and R. Anggani, “Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Supply Chain Operation References (SCOR),” J. Ilm. Tek. Ind., vol. 16, no. 2, p. 123, 2017, doi: 10.23917/jiti.v16i2.4118.
[10] E. Kusrini, V. I. Caneca, V. N. Helia, and S. Miranda, “Supply Chain Performance Measurement Usng Supply Chain Operation Reference (SCOR) 12.0 Model : A Case Study in A A Leather SME in Indonesia,” IOP Conf. Ser. Mater. Sci. Eng., vol. 697, no. 1, pp. 0–10, 2019, doi: 10.1088/1757-899X/697/1/012023.
[11] J. H. Trienekens and H. H. Hvolby, “Performance Measurement and Improvement in Supply Chains,” in Proceedings of the 3rd (Euro)CINet Conference CI2000 From Improvement to Innovation, 2000, pp. 399–408.
[12] D. Setiawan Nugroho Suseno and N. Sulistyowati, “Analysis of Performance Supply Chain Management using SCOR method at PT NEO,” vol. 2, no. 6, pp. 14–19, 2018.
[13] T. Immawan and C. Y. Pratama, “PENGUKURAN PERFORMANSI RANTAI PASOK PADA INDUSTRI BATIK TIPE PRODUKSI MAKE-TO-STOCK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL SCOR 11.0 DAN PEMBOBOTAN AHP (Studi Kasus Batik Gunawan Setiawan, Surakarta),” Teknoin, vol. 22, no. 1, 2016, doi: 10.20885/teknoin.vol22.iss1.art9.
[14] R. Sugiarti, “Regenerasi Seniman Batik di Era Industri Kreatif untuk Mendorong Pengembangan Pariwisata Budaya,” J. Ilm. Pariwisata, vol. 17, 2014.
Published
2020-12-31
How to Cite
Hidayatuloh, S., & Qisthani, N. (2020). Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Industri Batik Tipe MTO Menggunakan SCOR 12.0 Dan AHP. Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), 7(2), 76-81. doi:10.25124/jrsi.v7i2.436